Puding Coklat

Puding ini adalah puding andalan saya sejak dulu. Selain bikinnya gampang banget, rasanya juga enak dan tidak eneg… Awalnya gara-gara saya kepincut dengan puding coklatnya Hoka Hoka Bento. Setelah itu, saya nyoba2 bikin sendiri, dan ternyata lebih enak bikinan sendiri euy, mungkin karena gak pelit bahan ya, hihihi :p Paling enak dimakan dingin-dingin… Ini resepnya…

Bahan-bahanPuding Coklat ala Amanda

  • 600 ml air
  • 1 kaleng susu kental manis coklat
  • 150 gr dark cooking chocolate, potong-potong
  • 1 bungkus agar-agar tanpa warna

Cara Membuat

  1. Campur 600 ml air dengan 1 kaleng susu kental manis coklat (campuran ini bisa diganti dengan 700 ml susu coklat cair), masukkan 1 bungkus agar-agar, lalu jerang di atas kompor
  2. Masukkan potongan dark cooking chocolate sambil diaduk perlahan hingga mendidih, coklat seluruhnya leleh dan rebusan menjadi berwarna coklat gelap.
  3. Setelah mendidih, matikan kompor, diamkan sebentar, lalu tuang ke dalam cetakan agar-agar.
  4. dinginkan

Membuat Vla

Bahan:

  • 250 ml susu cair plain
  • 1 sendok makan gula pasir (atau sesuai selera)
  • 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • rhum (bisa diganti dengan perasan jeruk lemon, atau buah kaleng)

Cara membuat vla:

  1. Panaskan susu cair, gula, dan larutan tepung maizena, aduk hingga meletup-letup dan mengental
  2. matikan api, lalu diamkan sampai agak dingin, masukkan sedikit rhum dan aduk hingga rata. (kalau mau pakai buah kaleng, masukkan bersama dengan susu cair).

Roti Boy

Jadi ceritanya suamiku yang suka banget sama roti itu, minta dibikinin roti boy. “Bisa nggak?” katanya suatu hari. Wah, dalam hati keder juga, baru mulai baking, udah disuruh bikin roti boy yang dalam bayanganku kayaknya susah. Akhirnya saya searching-searching, dan ketemu lah resep yang kayaknya oke di CakeFever.com. Jadi tak coba deh… ternyata berhasil! Yippie!

Karena ovennya kecil, saya cukup bikin sepertiga adonan, itu bisa jadi 5 buah roti boy ukuran gede-gede. Dan yang menyenangkan, setiap habis bikin langsung lariss manisss, hihihi…

Ini roti boy yang kempes itu, padahal pas di oven sudah mengembang "sempurna", hehe

Kalau mau coba, monggo resepnya:

Bahan-bahan

500 gram tepung terigu protein tinggi
100 gram gula
11 gram ragi instant
½ sdt bread improver – aku nggak pakai
4 butir kuning telor
200 ml air es
½ sdt garam
100 gram mentega

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata
  2. Masukkan air es dan telur, aduk dan uleni sampai rata.
  3. Masukkan mentega dan garam, ulenisampai kalis elastis.
  4. Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali. Ini sangat tergantung kehangatan suhu ruang. Di tempatku yang udaranya dingin, nunggu bisa sampai 1 jam.
  5. Setelah mengembang, kempiskan. Ambil adonan seukuran yang diinginkan, sekitar 40-50 gram. Bulatkan, gepengkan, isi dengan butter beku.
  6. Tutup, bulatkan lagi. Biarkan mengembang lagi sekitar 30-60 menit.
  7. Setelah mengembang, semprotkan topping yang dimasukkan ke piping bag (plastik segitiga), semprotkan melingkar seperti obat nyamuk.
  8. Oven 20 menit dengan suhu 180

Bahan Topping

50 gram gula halus
50 gram gula palem
100 gram mentega
80 gram telur (harus ditimbang, agar adonan tidak terlalu cair)
130 gram terigu protein rendah.
5 gram kopi instant + 1 sdm air panas
5 gram essence kopi – aku nggak punya, jadi nggak pakai
Cara membuat:
  1. Kocook gula, mentega dan telur hingga rata
  2. Masukkan terigu dan kopi, aduk rata. Masukkan dalam pipping bag.

Pertama kali bikin, saya kurang lama memanggang roti dalam oven. akibatnya, topping banyak meleleh ke bawah, sehingga yang menempel di roti malah sedikit. lalu, roti saya walaupun sudah mengembang di oven, pas dikeluarkan jadi kempes. Hihihi… Pada pembuatan berikutnya, saya panggang roti agak lama, hasilnya topping jadi lebih kokoh.

Over all roti di resep ini sangat empukkkkk…. dan enakkkkk bangettttt…. hihihi ini bukan lebay, tapi beneran. Walaupun tanpa bread improver yang berguna untuk bikin roti lembut itu, kalau kita bisa nguleni sampai betul2 kalis elastis, jadinya okee banget… suamiku dan anakku nyatanya sukaaa sekali…

Roti ini juga bisa disimpan, kalau mau dimakan, tinggal dipanasin ke oven sebentar saja, maka rotinya akan empuk lagi…

Yang ini roti boy dengan topping yang kokoh. Motonya seadanya karena sudah ngantuk, udah tengah malem, hihi

Tips:

  • Menyemprotkan adonan topping dengan piping bag jangan seperti yang ada pada foto saya ini, nanti banyakan adonan yang turun. fokus di bagian atas roti saja, karena mereka akan turun tanpa disuruh ketika di dalam oven, hehe
  • Telur untuk adonan topping kalau bisa lebih banyak putih telurnya, pakai sisa telur untuk bikin rotinya aja. Ternyata toppingnya lebih kokoh kalau pakai banyak putih telur daripada kuning. Kalau putih telur saja mungkin bisa ya, tapi saya belum pernah nyoba.
  • Air es yang digunakan untuk buat roti, harus air yang dikasih es, bukan sekadar air dingin dari kulkas ya. Sebelumnya saya pernah nyoba bikin roti pakai susu hangat, hasilnya nggak begitu bisa ngembang dan tekstur roti tidak selembut ini.

Oatmeal Choco Chips Cookies

Percobaan pertama membuat kue, saya memilih membuat cookies dulu. Dengan harapan bisa berhasil gitu, karena aku pikir cookies paling kecil kemungkinan gagalnya… kan tambah semangat kalo berhasil. Tapi ternyata bikin cookies pun butuh ketelitian juga.  Setelah searching-searching, saya tertarik membuat oatmeal chocochips cookies yang ada di sini.

Saya bikin cookies tanpa potongan almond, karena kebetulan agak susah dapetinnya di kota ini. Rasa cookies ini enakkk banget, dan renyah. Cuma menurut saya sih terlalu manis, mungkin karena saya nggak pakai kacang almond. Selain itu, bentuk yang saya bkin nggak cantik sama sekali, hihihi. Soale adonan cookiesnya mbeleber gitu, dan karena loyangnya terbatas, akhirnya mereka saling mepet satu sama lain deh. Di pembuatan berikutnya malah saling nempel semua, sampai harus dipotong2 pakai pisau biar agak rapi. Tapi jadinya bentuk cookiesnya persegi, bukan bulet lagi, hahaha…

Di kesempatan berikutnya, saya mencoba dengan mengurangi gulanya, dan hasilnya pas (menurut saya). Di kesempatan yang lain lagi, saya coba pakai almond, dan hasilnya, nggak laku deh, walaupun dari bentuknya lebih cantik (mungkin potongan kacang membantu memperkokoh cookies-nya). Soalnya, selain rasa oatmeal-nya jadi hilang, tekstur kuenya kok jadi chewy gitu ya, nggak renyah lagi.. nggak tau apa penyebabnya…

Kalau mau coba, ini resepnya:

250 gr brown sugar (Saya hanya 200 gr, gula palem dicampur gula pasir 1:1)
225 gr butter, suhu ruangan
1 butir telur uk besar (kira2 85 gr)
1/2 sdt vanili
1/3 sdt garam (peres)
175 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
150 gr oatmeal
150 gr choco chips
100 gr kacang almond (optional), disangrai/dipanggang dulu

Cara membuat:

1. Kocok butter, garam dan gula hingga lembut dan rata.
2. Masukkan telur dan vanili, kocok rata
3. Campur tepung dan baking powder, masukkan sedikit demi sedikit kedalam adonan, aduk rata.
4. Terakhir masukkan oatmeal, choco chips, dan almond cincang, aduk rata.
5. Alasi loyang dengan kertas roti. Bentuk adonan bulat-bulat lebih besar dari kelereng dengan menggunakan 2 sendok kecil, beri jara, karena adonan akan melebar dan mengembang.
6. Panggang dalam oven dgn suhu 160 -170°c selama 10-15 menit atau hingga matang (di oven saya bisa sampai 25 menit).
7. Biarkan cookies hingga dingin diatas kertas, setelah itu copot dan angin²kan sebentar diatas rak yang berjaring. Setelah itu dapat dimasukkan kedalam kaleng atau toples.

Tips: waktu dikeluarkan dari oven, cookies masih agak lembek. Ternyata itu gpp, karena cookies akan mengeras ketika dingin. Waktu belum tau, saya masukkin lagi ke oven, malah jadi gosong dan lembek lagi, wkwkwk… trus, jangan terlalu lama juga dibiarkan di udara terbuka, setelah dingin, segera masukkan wadah tertutup. Kalau buatan saya, c

Bentuk cookies yang melebar

ookies terasa lebih enak dimakan keesokan harinya, karena teksturnya sudah lebih keras.

Bagelen Home Made

Ceritanya saya beli roti tawar ukuran besar (yang kecil lagi habis), padahal di rumah cuma bertiga, dan si mbak juga nggak suka makan roti. Akhirnya, roti yang saya simpan di lemari es itu pun mengeras. Mau dimakan juga bosen lama-lama… akhirnya, kepikiran untuk bikin bagelen. Biasanya di bakery, roti bagelen dijual dalam bentuk lonjong dengan bermacam-macam rasa, manis, lapis coklat, keju, atau sekarang mulai ada yang rasa pandan.

Dari penampilan nggak cantik, tapi enakk :p

Jadi, ceritanya ini adalah kali pertama saya memanfaatkan oven baru sebelum membuat kue, hehe… Caranya gampang banget, oles roti tawar dengan mentega/margarin, taburi dengan gula pasir, terus panggang dalam oven sampai roti benar-benar kering.

Setelah jadi, saya baru kepikiran, mungkin biar lebih cantik penampilannya, gula sama mentega/margarin dikocok dulu sampai lembut baru dioles… jadi gulanya nggak mringkil-mringkil, hihihi… kalau suka coklat bisa dikasih coklat meises atau dark cooking coklat juga..

Hasilnya, roti tawar yang nggak laku itu pun laris, karena Anya sukaaaa sekali…

Tips: simpan bagelen dalam wadah tertutup rapat, bisa tahan sampai seminggu lebih.

Back to Bake…

Setelah sekian lama meninggalkan hobi saya, yaitu baking atau membuat kue, sekarang saya kembali terpanggil untuk melakukannya lagi. Gara-garanya sekarang sudah jadi ibu, sudah punya anak kecil yang kadang-kadang suka nggak doyan makan. Akhirnya mau nggak mau harus rajin dan kreatif masak, termasuk bikin camilan yang sehat deh, hehe…

Dulu (dulu banget) saya sudah mulai membuat kue sejak SMA. Saat itu, bapak saya bahkan sampai membelikan saya oven gas yang jadi satu sama kompor itu lho, demi supaya saya semangat belajar (lho?). Iya, supaya saya semangat belajar dan semangat bikin kue, hehehe… tapi akhirnya yang terjadi adalah poin kedua, yaitu rajin bgt bikin kue, dan belajarnya malah keteteran, dan akhirnya gak bisa masuk FK seperti yang diimpikan deh (hiks..)…

Pertama kali bikin kue, diajarin sama mamanya temenku, Merlyn, namanya Tante Sherly. Tante Sherly ini andalannya ibu saya kalo pesen2 kue, terutama blackforest cake… dan jadilah saya belajar bikin blackforest cake… kayaknya gampang, hihii, tapi begitu nyoba dipraktekkin di rumah, ya gitu deh…

Pertama, di rumah belum ada oven. Akhirnya minjem tetangga sebelah, punya mamanya mb Ellyn. Oven tangkring (otang) gitu, plus kompor minyaknya. abis dibediriin di kompor gas gak bisa stabil. hehe… itu pun karena belum ngerti bahwa panas kompor harus merata, dan suhunya harus berapa, akhirnya gagal deh… blackforest pertama gagal total… adonannya ngambek, nggak mau ngembang, alias bantet… tapi pedenya, tetep dihias pula! Hahahaha… padahal kerasnya kue itu bener2 bisa buat nimpuk maling, wkwkwk…

Akhirnya bapak saya pun beli oven plus kompor, mereknya Ariston kalo nggak salah, warnanya putih… Oven itu sukses bikin saya melakukan berbagai percobaan. Dan setiap ada momen ulang tahun atau Natalan, saya pasti bikin blacforest (andalan)… walaupun ovennya udah oke, tapi sering gagal juga, hehehe maunya bikin blackforest, jadinya malah brownies, hihihi…

Nggak hanya blackforest aja loh, saya juga pernah bikin cheese cake, fruit pie, sama macaroni schotel. Yang lainnya, seperti kue kering dan roti belum pernah. Sebab setelah lulus SMA, saya kuliah di luar kota, dan otomatis tidak bisa baking lagi (gak ada oven cuy). Kalo pas pulang baru bisa baking. Lulus kuliah, pengennya sih baking lagi, tapi ternyata saya kerja, dan kerjaan saya juga ditempatkan di luar kota, jadilah hobi saya yang satu itu terabaikan…

Sekarang, kira-kira satu bulan yang lalu, suami saya akhirnya tergerak untuk membelikan saya oven listrik mungil, mereknya Kirin seri KBO 190RAW. Saya tinggal di kota kecil dan nggak ada banyak pilihan oven, lagipula koh-koh di tokonya ngerekomendasiin itu (ya iyalah adanya itu), dan setelah saya cari2 reviewnya, banyak yang bilang oke, jadi deh beli…

Kebetulan, di rumah juga sudah ada mixer merek Miyako, salah satu kado pernikahan dari teteh Itok, teteh Yani sama teteh Yanti dua tahun lalu. Daripada itu mixer teronggok tak berdaya, memang ada baiknya mulai digunakan.

Selama satu bulan ini, oven itu sudah saya pakai untuk bikin roti, cookies, sama brownies. Tentunya nggak langsung berhasil dong, there always trial and error… hahaha…. harus belajar terus… :))

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.